Merangin, 24 April 2026 — Kebakaran hebat melanda Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, pada Jumat (24/04/2026) sekitar pukul 10.37 WIB. Peristiwa yang diduga akibat arus pendek listrik tersebut menghanguskan dua unit rumah warga hingga rata dengan tanah.Dua warga yang terdampak adalah Suaidi dan M. Jais. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp80 juta per korban. Selain rumah, api juga melahap dua unit sepeda motor, uang tunai, serta surat-surat berharga.
Selamatkan Anak, Lalu Hadapi Ledakan
Kejadian dramatis dialami oleh M. Jais. Saat api mulai membesar, ia terlebih dahulu menyelamatkan anaknya yang masih berusia 2 tahun. Setelah itu, ia kembali berusaha memadamkan api.Namun situasi berubah mencekam ketika terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas, yang membuat api semakin besar dan sulit dikendalikan.Dalam kondisi panik, korban tidak sempat menyelamatkan harta benda lainnya dan hanya bisa menyelamatkan diri dengan pakaian yang dikenakan.
Damkar Datang, Rumah Sudah Ludes
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran api terlalu besar. Mobil pemadam kebakaran baru tiba sekitar pukul 11.50 WIB, ketika rumah sudah habis terbakar, Keterlambatan ini dipengaruhi oleh jarak pos pemadam kebakaran yang berada di Kecamatan Lembah Masurai, sekitar 26–27 kilometer dari lokasi kejadian, dengan waktu tempuh mencapai 50–60 menit.
Warga Harapkan Tambahan Pos Damkar
Peristiwa ini memicu harapan dari masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Merangin dapat menambah pos pemadam kebakaran di wilayah strategis.
Salah satu warga menyampaikan bahwa keberadaan pos damkar di antara Kecamatan Muara Siau dan Kecamatan Tiang Pumpung dinilai sangat penting agar kejadian serupa dapat ditangani lebih cepat di masa mendatang.
Pemdes Buka Penggalangan Bantuan
Pemerintah Desa Rantau Panjang telah bergerak cepat dengan melakukan pendataan dan membuka penggalangan bantuan bagi korban.
Pj Kepala Desa Rantau Panjang, Muhammad Fikri, S.Pd.I, mengajak seluruh masyarakat untuk turut membantu.
“Kami mengajak semua pihak untuk bersama membantu korban. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti,” ujarnya.
Saat ini, para korban mengungsi di rumah keluarga terdekat sambil menunggu bantuan dan proses pemulihan.